Senin, 17 Februari 2014

Wanita Ahli Syukur


Sembilan tahun yang lalu diriku bertemu dengannya untuk yang pertama kali. Perkenalan ini terjadi karena suaminya adalah teman daurah suamiku di salah satu masjid di Yogjakarta. “Dik, besok kita silaturahmi ke rumah teman mas yang di Wukirsari ya,” kata suamiku suatu hari. “Insya Allah, tapi habis Ashar ya Mas,” jawabku sambil menyetrika pakaian yang masih menumpuk.

Sabtu, 15 Februari 2014

Apapun Yang Terjadi, Tetap Bersyukur

Seorang anak kecil bersyukur, menerawang hikmah,
"Tuhan, Engkau 'kan Tahu. Ujian matematikaku hari ini sangat buruk. Tapi aku bersyukur karena aku tidak menyontek, walaupun teman-temanku melakukannya. Berangkat sekolah tadi pagi, aku berangkat dengan bekal sepotong kue dan sebotol air. Kata ayah, Sekarang sedang musim paceklik. Jadi, hanya itu yang bisa ku bawa. Terimakasih kuenya Tuhan! Di jalan aku melihat pengemis yang kelaparan. Lalu aku berikan kue itu kepadanya. Tahu-tahu saja laparku hilang ketika melihatnya tersenyum."


Al Hamdu Lillaah







Ya Allah, Yaa Tuhanku, Hamba yakin, hamba percaya. Kalau kami bersyukur maka pasti berkah. Dengan mensyukuri segala nikmat-Mu, maka Engkau pasti akan menambah kenikmatan itu. Pasti, karena itu sudah janji-Mu dan sungguh Engkau tidak akan pernah mengingkari janji.

Tapi jika kami kufur, maka akan engkau cabut keberkahan itu. Engkau akan mengazab kami(di dunia dan akhirat). Terimakasih Maha Terpuji Engkau telah memperingatkan kami.